Bait Cinta Sang Musafir

Rp39,800.00

Description

Dulu…menulis bukanlah sesuatu yang disukai. Merangkai kata indah atau yang menginspirasi, untuk kemudian dituliskan, bukan pula hal yang disenangi. Sepertinya susah untuk bisa menggerakkan hati dan jemari. Apalagi, sampai terpikir mempunyai buku yang dipajang di portal luar negeri.

Tapi, seperti yang pernah saya baca dari tweetnya Kang Harri, hidup kita itu diatur oleh pilihan yang kita tentukan sendiri. Bukan sekadar hasil dari kehidupan yang serba mengalir. Melainkan memang hasil dari sebuah keputusan yang kita ambil.

“I am not a product of my circumstances. I am a product of my decisions.” – S. Covey

May 2015, buku pertama Bait Cinta Sang Musafir , yang berisikan kepingan-kepingan insight yang didapatkan dalam perjalanan hidup sang musafir, akhirnya bisa juga dikompilasi untuk diterbitkan. Meraba-raba bagaimana caranya, kirim dari satu penerbit ke penerbit lainnya. Ditolak sana sini, tak cuma sekali, tapi beberapa kali. Hingga akhirnya, malah diterima oleh Quanta grupnya Elexmedia.

Nggak keluar uang sepeser pun, selain untuk membeli gambar yang kemudian saya gunakan untuk mendesain covernya. 2500 buku kemudian menyebar ke kota-kota di Indonesia.

Baru 1 buku memang, tapi bagi saya ini sebuah pencapaian yang luar biasa.
Prosesnya, ingin dijadikan pelajaran bagi anak-anak di rumah dan ada beberapa yang diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi mereka.
Pertama, bahwa KEPUTUSAN kita hari ini, yang akan menjadikan kita seperti apa di esok hari. Kita punya hak untuk mengambil keputusan, tinggal nantinya, berani bertanggung jawab pula atas hasil yang didapatkan.

Kedua, hidup itu butuh PERJUANGAN, bukan sekadar sim salabim dan didapat apa yang menjadi hasrat. Penolakan di sana sini adalah merupakan bentuk sebuah ujian. Seberapa kuat kita mampu untuk tetap berdiri, terus mencoba dan bangkit lagi berulang kali.
Ketika lelah mendera, berharap kalimat ini yang akan mengemuka, “selesaikan apa yang sudah dimulai. Jika lelah dan kegagalan menjadi rintangan untuk melangkah, pikirkan kembali untuk apa dulu ini engkau lakukan.”

Sedangkan yang ketiga, CINTAI apa yang dilakukan. Seperti banyak orang bilang, “do what you love and love what you do.”
Tanpa cinta, perjuangan yang telah berhasil menapak di tangga pertama, akan tetap berhenti di sana selamanya. Hidup adalah seperti belajar. Jangan biarkan cinta meredup kala tengah belajar. Hanya cinta yang akan membuat seseorang tetap istiqomah. Dengan cinta, perjuangan akan menyibakkan kenangan yang tak akan mungkin terlupa. Kan menjadi cerita, hingga akhir masa.

Terima kasih untuk semua guru-guru dan para sahabat, yang telah banyak memberi pelajaran dan inspirasinya selama ini. Semoga buku tentang desain slide presentasi, bisa segera menjadi buku yang kedua.
ASL

Sumber : http://andysukmalubis.com/2016/07/07/bait-cinta-sang-musafir/

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Bait Cinta Sang Musafir”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *